
NGAGLIK – Berawal dari semangat untuk belajar dan keinginan menghadirkan koperasi siswa yang dikelola secara profesional, OSIS SMP Negeri 3 Gamping (SPETAGA) melakukan studi tiru pengelolaan koperasi siswa di Hidayah Mart SMP Negeri 2 Ngaglik. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menggali inspirasi, menyerap pengalaman, dan menyiapkan rintisan koperasi siswa yang dikelola siswa di SMP Negeri 3 Gamping.
Dalam kegiatan tersebut, empat pengurus OSIS SPETAGA didampingi oleh dua orang guru dan Kepala SMP Negeri 3 Gamping. Rombongan disambut dengan hangat oleh pengurus OSIS SMP Negeri 2 Ngaglik bersama pembina koperasi yang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan Hidayah Mart.
Kunjungan ini bukan sekadar melihat bagaimana koperasi sekolah beroperasi. Lebih dari itu, SPETAGA ingin belajar bagaimana menumbuhkan jiwa kewirausahaan, melatih tanggung jawab, membangun kemandirian, dan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengelola usaha secara nyata.
Hidayah Mart, Koperasi Siswa yang Menginspirasi!
Hidayah Mart SMP Negeri 2 Ngaglik menjadi contoh menarik tentang bagaimana koperasi siswa dapat berkembang dengan pengelolaan yang tertata dan memanfaatkan teknologi digital.

Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan SPETAGA adalah penerapan administrasi koperasi berbasis aplikasi digital. Sistem ini membantu mendukung pencatatan dan pengelolaan transaksi agar lebih praktis dan terorganisasi.
Pengurus Hidayah Mart SMP Negeri 2 Ngaglik, didampingi pembina koperasi, menjelaskan berbagai mekanisme operasional Hidayah Mart, mulai dari sistem pembayaran tunai dan nontunai hingga pemanfaatan saluran WhatsApp sebagai sarana penyampaian informasi.
Pemanfaatan teknologi tersebut menunjukkan bahwa koperasi sekolah dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Siswa tidak hanya belajar melayani pembeli, tetapi juga mengenal administrasi, transaksi, komunikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha.
Hebat! Sebanyak 14 Siswa Mengelola Koperasi Secara Mandiri
Hal lain yang sangat menginspirasi adalah keterlibatan siswa dalam pengelolaan koperasi. Hidayah Mart memiliki 14 pengurus siswa yang diseleksi secara ketat dan mandiri oleh pengurus lama.
Proses seleksi yang dilakukan oleh siswa menunjukkan adanya kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepada peserta didik untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Regenerasi pengurus tidak hanya menjadi pergantian personel, tetapi juga proses transfer pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kerja.
Melalui pengelolaan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan, membagi tugas, melayani konsumen, menjaga ketertiban administrasi, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Pengalaman ini memberikan pelajaran penting bagi SPETAGA bahwa koperasi siswa yang baik tidak cukup hanya memiliki tempat berjualan dan barang dagangan. Dibutuhkan sistem kerja, pengurus yang bertanggung jawab, administrasi yang tertib, serta pembinaan yang berkelanjutan.
Semangat SPETAGA Bergelora: Saatnya Siswa Berpartisipasi di Koperasi Siswa!
Berbagai pengalaman yang diperoleh selama studi tiru semakin membangkitkan semangat rombongan SPETAGA untuk mewujudkan koperasi siswa di SMP Negeri 3 Gamping dengan melibatkan siswa.
Inspirasi dari Hidayah Mart membuka wawasan bahwa koperasi dapat menjadi sarana pembelajaran nyata yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kewirausahaan.
Melalui koperasi, siswa dapat belajar menghitung modal dan hasil penjualan, memahami pencatatan keuangan sederhana, melayani pembeli dengan ramah, menjaga kejujuran, serta mengembangkan kreativitas dalam mengelola usaha.
Kepala SMP Negeri 3 Gamping menyambut positif semangat para pengurus OSIS. Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal untuk merancang koperasi siswa yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, kemampuan sumber daya, dan prinsip pengelolaan yang transparan serta bertanggung jawab.
Tentunya, rencana tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan konsep, pembagian peran, pendampingan guru, penataan administrasi, dan pengembangan sistem pengelolaan yang tepat.
Dari Studi Tiru Menuju Aksi Nyata
Studi tiru OSIS SPETAGA di Hidayah Mart SMP Negeri 2 Ngaglik menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan dengan melihat praktik baik dari sekolah lain. Pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai cerita kunjungan, tetapi berkembang menjadi gagasan yang dapat diwujudkan.
Terima kasih kepada keluarga besar SMP Negeri 2 Ngaglik, pengurus OSIS, dan pembina koperasi Hidayah Mart atas sambutan serta ilmu yang dibagikan. Semoga praktik baik ini menjadi inspirasi bagi pengembangan koperasi siswa di SMP Negeri 3 Gamping.
Harapannya, koperasi siswa SPETAGA kelak tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga sekolah, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mandiri, jujur, kreatif, disiplin, dan memiliki jiwa kewirausahaan.
Dari Hidayah Mart, SPETAGA belajar dan terinspirasi. Dari semangat siswa, siswa dirintis terlibat koperasi siswa. Semoga segera terwujud koperasi siswa yang modern, mandiri, dan membanggakan!
