Gamping, 17 September 2026 — Aula SMP Negeri 3 Gamping dipenuhi semangat dan antusiasme para murid pada Kamis (17/9/2026) pukul 09.00 WIB. Para murid mendapatkan pencerahan tentang penanggulangan radikalisme dan terorisme dalam kegiatan edukasi bersama Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, Bapak Bayu dan Ibu Okta, serta didampingi Bapak Eko Yulianto, Bhabinkamtibmas Polsek Gamping. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah membangun ketahanan diri murid agar mampu mengenali dan menghindari berbagai bentuk pengaruh yang dapat mengarah pada radikalisme dan kekerasan.

Intoleransi, Awal yang Perlu Diwaspadai

Dalam penyampaian materi, Ibu Okta tampil penuh semangat dan mampu membangun suasana interaktif. Materi tidak disampaikan secara monoton, tetapi diselingi dengan kuis berhadiah cokelat yang membuat murid semakin antusias mengikuti kegiatan.

Salah satu pesan penting yang ditekankan adalah bahwa murid perlu mengenali intoleransi sebagai salah satu sikap yang perlu dihindari. Perbedaan agama, suku, pendapat, maupun latar belakang bukan alasan untuk saling membenci atau melakukan kekerasan.

Murid diajak untuk membangun sikap terbuka, menghormati perbedaan, berpikir kritis, serta tidak mudah menerima informasi atau ajakan yang belum jelas kebenarannya.

Waspada Pengaruh di Dunia Digital

Hal menarik lainnya, para murid diingatkan bahwa paparan paham ekstrem tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Dalam penyampaian narasumber, pengaruh tertentu dapat disisipkan melalui konten digital dan permainan (game) yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Karena itu, murid diajak lebih cerdas dalam menggunakan teknologi. Tidak semua konten yang menarik, viral, atau disukai harus diikuti begitu saja. Kemampuan memilah informasi, mengenali simbol atau pesan yang mencurigakan, dan berdiskusi dengan orang dewasa yang dipercaya menjadi bagian penting dari perlindungan diri.

Narasumber juga memperkenalkan sejumlah simbol yang perlu diwaspadai, termasuk simbol yang berkaitan dengan Nazi dan kelompok ekstrem lainnya, dengan tujuan memberikan pemahaman dan meningkatkan kewaspadaan murid, bukan untuk menimbulkan ketakutan.

Sekolah Hadir Membangun Ketahanan Murid

Kepala SMP Negeri 3 Gamping menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Bhabinkamtibmas Polsek Gamping yang telah memberikan edukasi kepada para murid.

Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan, keteladanan, komunikasi, dan penguatan karakter. Sekolah tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membekali murid agar mampu menjaga dirinya dari berbagai pengaruh negatif.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen SMP Negeri 3 Gamping dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, toleran, dan bebas dari kekerasan.

“Harapan kami, anak-anak SMP Negeri 3 Gamping beserta seluruh keluarga besar sekolah mampu membentengi diri dari berbagai paparan radikalisme dan terorisme. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cinta damai, menghargai perbedaan, berpikir kritis, dan tidak mudah terprovokasi,” harap Kepala Sekolah.

Bersama Cegah, Bersama Lindungi

Kegiatan ditutup dengan pesan sederhana namun kuat: kenali, waspadai, dan jangan mudah terpengaruh.

Pencegahan radikalisme dan terorisme bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan para murid sendiri.

Dari SMP Negeri 3 Gamping, semangat itu terus digaungkan:

“Berbeda itu biasa, menghargai itu luar biasa.
Tolak intoleransi, cegah kekerasan, jaga persaudaraan!”