SMP Negeri 3 Gamping kembali menghadirkan suasana belajar yang berbeda dan penuh kreativitas melalui Gelar Karya Kokurikuler, Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di halaman upacara sekolah.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pelaksanaan kokurikuler yang telah berlangsung selama 28 September–2 Oktober 2026. Beragam karya dan hasil pembelajaran siswa ditampilkan dalam suasana yang meriah, kreatif, dan penuh antusiasme.
Menariknya, setiap jenjang menampilkan tema karya yang berbeda. Siswa kelas 9 memamerkan kreativitas melalui karya batik, mulai dari proses hingga hasil karya yang menunjukkan perpaduan keterampilan, ketelitian, kreativitas, dan kekayaan budaya lokal.
Sementara itu, kelas 8 menghadirkan berbagai olahan tanaman obat dan jamu. Para siswa tidak hanya mengenal manfaat tanaman bagi kesehatan, tetapi juga belajar mengolah bahan-bahan tersebut menjadi produk yang bernilai guna.
Adapun kelas 7 menampilkan berbagai tanaman bermanfaat. Kegiatan ini mengajak siswa lebih dekat dengan lingkungan sekaligus memahami berbagai potensi tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMP Negeri 3 Gamping, Yuliyanto, S.Pd., menyampaikan harapan agar kegiatan kokurikuler tidak berhenti sebagai kegiatan menghasilkan karya semata.
“Kami berharap seluruh rangkaian kokurikuler ini benar-benar memberikan manfaat bagi siswa. Anak-anak belajar melalui pengalaman nyata, bekerja sama, berkreasi, memecahkan masalah, dan menghasilkan sesuatu yang dapat mereka banggakan.”
Pelaksanaan kokurikuler juga diarahkan menggunakan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Dengan pendekatan tersebut, siswa didorong untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan pemecahan masalah dalam menghasilkan karya.
Gelar karya semakin semarak dengan berbagai penampilan tari dan seni lainnya dari para siswa. Tepuk tangan dan sorak kegembiraan terdengar ketika siswa menampilkan kreativitas terbaik mereka di hadapan guru dan teman-teman.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu harus berada di dalam kelas. Melalui kokurikuler, halaman sekolah pun dapat menjadi ruang belajar yang hidup—tempat siswa bereksplorasi, berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Dari tanaman, jamu, dan batik, lahir pembelajaran. Dari kreativitas, tumbuh karakter. Dari karya, hadir kebanggaan.
SMP Negeri 3 Gamping—belajar, berkarya, dan terus menjadi hebat!
