
Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Empat murid SMP Negeri 3 Gamping menjadi bagian dari ratusan pelajar yang mengikuti Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) yang diselenggarakan oleh Direktorat SMP Kemdikdasmen. Mengusung tema “Pelajar Role Model, Kuatkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis, 11–13 Agustus 2026, bertempat di The Rich Hotel Yogyakarta. Mereka adalah Anugrah Andika Pratama (8A), Maya Agustina Ramadhani (8D), Assyifa Ramadhani (9A), dan Syafi Ali Ibrahim (9F). Bukan sekadar pelatihan kepemimpinan, Kawah Kepemimpinan Pelajar menjadi ruang bagi para pelajar untuk ditempa, berdialog, berkolaborasi, sekaligus menemukan keberanian untuk menjadi teladan di lingkungan sekolah. Peserta berasal dari delapan kabupaten/kota di wilayah DIY dan Jawa Tengah, membawa semangat yang sama: menjadi pelajar yang mampu memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
Terinspirasi Gathotkaca di Kawah Candradimuka
Suasana kegiatan mulai terasa kuat ketika acara resmi dibuka pada Selasa malam oleh Muhammad Adi Hartono, M.M., Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY. Dalam sambutannya, Pak Adi mengajak peserta belajar dari sosok Gathotkaca dalam pewayangan. Gathotkaca dikenal sebagai sosok yang kuat dan berani. Namun, kekuatan tersebut tidak hadir begitu saja. Ia harus melalui proses panjang dengan ditempa di Kawah Candradimuka. Proses yang dijalani para pelajar selama kegiatan merupakan sebuah kawah untuk menempa karakter, keberanian, dan kepemimpinan. Para pelajar diharapkan mampu menjadi “pelantang”—mereka yang berani menyuarakan keteladanan dan karakter hebat, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi murid-murid lainnya.
Dari Kreativitas Digital hingga Disiplin dan Karakter
Hari kedua diisi dengan rangkaian materi dari para narasumber yang memiliki pengalaman dan perspektif beragam. Pagi hari, peserta diajak memasuki dunia kreativitas digital melalui Talkshow “Memimpin Gagasan melalui Kreativitas di Dunia Digital” yang dibawakan oleh Adi Har Keminggris, seorang influencer. Peserta diajak melihat dunia digital bukan hanya sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, berkarya, dan memberikan pengaruh positif.
Semangat kepemimpinan kemudian dipertajam melalui materi “Menempa Disiplin, Menguatkan Karakter, Mencetak Pemimpin Masa Depan” yang disampaikan oleh Kapten Ripdho Mohawk Utomo dari TNI AU. Disiplin menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun seorang pemimpin. Peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga tentang kemampuan mengendalikan diri, bertanggung jawab, konsisten, dan berani mengambil keputusan.
Belajar Melihat dengan Cara yang Berbeda
Rangkaian berikutnya menghadirkan Ridwan Hasan Saputra, Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui talkshow “Cara Berpikir Suprarasional Anak Indonesia Hebat”. Materi ini memberikan ruang bagi peserta untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Para pelajar didorong untuk tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan, melainkan membangun cara berpikir yang positif, reflektif, dan berorientasi pada solusi. Semangat kepemimpinan juga semakin diperkuat melalui materi “Suara Pelajar, Suara Masa Depan” yang disampaikan oleh Cristin Setyaningrum dari Fasilitator Forum Anak Jawa Tengah. Pesan yang muncul semakin jelas: suara pelajar memiliki arti. Ketika disampaikan dengan gagasan, kepedulian, dan tanggung jawab, suara tersebut dapat menjadi bagian dari perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Tidak Berhenti pada Materi, Saatnya Bergerak
Kawah Kepemimpinan Pelajar tidak berhenti pada sesi mendengarkan narasumber. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dalam pemecahan masalah dan menyusun rencana tindak lanjut. Para pelajar berdiskusi, bertukar pengalaman, mengidentifikasi persoalan yang ada di lingkungan sekolah, kemudian mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan. Kegiatan semakin lengkap dengan materi kepemimpinan inspiratif yang disampaikan oleh Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Pendidikan Nonformal (PNFI).
Membawa Pulang Semangat untuk Sekolah
Bagi empat murid SMP Negeri 3 Gamping yang mengikuti kegiatan ini, Kawah Kepemimpinan Pelajar menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari berbagai tokoh dan bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah. “Acaranya seru dan menggugah semangat, selain itu menjadi ajang untuk bertukar ide dan pendapat yang keren-keren dari peserta,” tutur Assyifa Ramadhani. Menurut Syafi Ali, animo peserta yang luar bisa menjadi inspirasi untuk turut aktif dan didampingi narasumber yang memang menyenangkan dalam memberikan materi.
“KKP akan kami bagikan ke kawan-kawan sehingga menjadi inspirasi dalam membuat program atau kegiatan di sekolah,” ungkap Maya Agustina. Andika Pratama juga menjelaskan bahwa di KKP, peserta dibekali kemampuan bersosialisasi, berani berargumen, berkarya melalui rencana tindak lanjut yang akan menjadi aksi nyata program di sekolah yang mengedepakan budaya sekolah aman dan nyaman.
Dan dari SMP Negeri 3 Gamping, empat pelajar membawa pulang satu misi: menjadi pelantang keteladanan, menguatkan karakter, serta ikut menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
