
Gamping, 15 Agustus 2026 — Semangat kebersamaan, kemandirian, dan kepedulian mewarnai pelaksanaan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) SMP Negeri 3 Gamping yang berlangsung pada 14–15 Agustus 2026. Bertempat di lingkungan SMP Negeri 3 Gamping, kegiatan ini diikuti oleh 190 murid kelas VII. Perjusa menjadi momentum istimewa bagi murid kelas VII untuk mengenal lebih dekat dunia kepramukaan sekaligus mengawali perjalanan mereka sebagai anggota Pramuka Penggalang baru. Selama dua hari, berbagai kegiatan dirancang tidak hanya untuk menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian lingkungan, dan kreativitas.
Menanam Bibit, Menanam Harapan
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan kegiatan penanaman 25 bibit tanaman buah di lingkungan SMP Negeri 3 Gamping. Bibit tersebut merupakan bantuan dari KUA Kapanewon Gamping. Kegiatan penanaman menjadi bentuk nyata kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan. Para murid diajak memahami bahwa menjaga alam bukan sekadar pengetahuan yang dipelajari di kelas, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat jangka panjang. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan. Ketika pohon-pohon tersebut tumbuh dan berkembang, diharapkan manfaatnya juga dapat dirasakan oleh warga sekolah pada masa mendatang.
Resmi Dibuka: Menyambut Penggalang Baru
Setelah kegiatan penanaman, rangkaian Perjusa dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kamabigus SMP Negeri 3 Gamping, Yulyanto, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Perjusa tidak hanya menjadi sarana untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab, tetapi juga menjadi momentum istimewa untuk menyambut adik-adik sebagai anggota Pramuka Penggalang baru. Pesan tersebut memberikan makna penting bagi seluruh peserta bahwa menjadi anggota Pramuka merupakan sebuah proses untuk belajar, berkembang, bekerja sama, dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
Serunya Dinamika Kelompok dan Yel-Yel Regu
Suasana semakin semarak ketika peserta mengikuti dinamika kelompok dan yel-yel regu. Kegiatan ini dirancang untuk membangun kekompakan, komunikasi, keberanian, dan rasa percaya diri. Dengan penuh semangat, setiap regu menampilkan yel-yel terbaiknya. Tawa, kreativitas, dan kekompakan menjadi warna yang membuat kegiatan semakin hidup. Melalui kegiatan tersebut, murid belajar bahwa sebuah regu yang kuat dibangun dari kemampuan untuk saling mengenal, menghargai, mendukung, dan bekerja bersama.
Mengenal Lebih Dekat Dunia Kepramukaan
Peserta juga mendapatkan penyampaian program kepramukaan sebagai bekal untuk mengikuti berbagai kegiatan Pramuka di sekolah. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai kegiatan, pembinaan, serta nilai-nilai yang akan dikembangkan melalui kepramukaan. Bagi anggota Penggalang baru, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenal Pramuka bukan hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi sebagai wadah untuk membentuk karakter dan keterampilan.
Api Unggun dan Pentas Seni: Malam Penuh Keceriaan
Malam hari menjadi salah satu momen yang paling ditunggu. Api unggun dan pentas seni menghadirkan suasana hangat dan penuh keceriaan. Berbagai penampilan menjadi ruang bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas dan keberanian. Pentas seni juga mengajarkan pentingnya menghargai karya dan penampilan orang lain. Di tengah kebersamaan tersebut, api unggun seolah menjadi simbol semangat yang terus menyala dalam diri para Penggalang baru.
Hari Kedua: Refleksi dan Kepedulian
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti shalat malam dan renungan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk menenangkan diri, melakukan refleksi, serta mensyukuri pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti Perjusa. Pagi harinya, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi untuk menjaga kebugaran dan membangun semangat sebelum mengikuti aktivitas berikutnya. Semangat kepedulian kemudian diwujudkan melalui kegiatan bersih lingkungan. Para peserta bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Pelantikan Dewan Penggalang dan Anggota PMR
Salah satu agenda penting pada hari kedua adalah upacara pelantikan Dewan Penggalang dan anggota PMR. Pelantikan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Para anggota yang dilantik diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadi teladan bagi teman-temannya. Bagi peserta Perjusa, momentum tersebut juga menjadi inspirasi bahwa setiap murid memiliki kesempatan untuk belajar memimpin dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah.
Ditutup dengan Semangat Baru
Seluruh rangkaian kegiatan Perjusa kemudian diakhiri dengan upacara penutupan. Dua hari yang penuh pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan murid kelas VII sebagai anggota Pramuka Penggalang. Perjusa bukan sekadar kegiatan bermalam di sekolah. Lebih dari itu, Perjusa menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman nyata: belajar mandiri, belajar bekerja sama, belajar peduli, belajar bertanggung jawab, dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Diharapkan semangat yang tumbuh selama Perjusa tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Satu Regu, Satu Semangat, Satu Langkah untuk Menjadi Penggalang Hebat!
Selamat datang dan selamat bergabung, Penggalang baru SMP Negeri 3 Gamping
Salam Pramuka!
